Pages

Jumat, 28 Mei 2010

Optimis

Jika kita mengalami kegagalan, jangan katakan jika saja demikian,tapi katakanlah ini belum saatnya,masih banyak peluang dan jalan.
Kegagalan tidaklah selalu sesuatu yang buruk. Terkadang kejayaan membuat lalai.
Syukur terhadap apa yang ada adalah sesuatu yang paling utama dan kedepan kita memandang

Bersamamu

Bersama,kita berjalan
Bersama,kita berlari
Bersama,kita atasi rintangan
Bersama,kita bangun peradaban

Maafkan aku

Bidadariku...
Aku tau kau marah kpdku
Aku tau kau akan benci kpdku

Telah bnyk kebaikan aku tinggalkan
Telah bnyk dosa aku lakukan
Hari berganti hari, bulan berganti bulan
Tak bnyk perbaikan aku lakukan

Sempit,dunia serasa sempit
Kering,haus dahaga menyertai

Bidadariku...
Terlalu lemah hatiku
Menghadapi fatamorgana dunia

Aku ingin cepat bisa kembali
Damai bukan mimpi
Melihat kamu tersenyum lagi

Diam..

Tetaplah diam
Walau terkoyak duri tajam
Darah segar mengalir
Memancar dari tubuh yg luka

Peluh membasahi
Perih mengiris
Berjalan diantara semak
Dan jalan yg terjal

Tetaplah diam
Atas nama cinta

Suatu pagi di UI

Pagi ini kami berjalan2 menyusuri beberapa jalan di kampus ui. Sblmnya, icha sang dokter muda kami lepas kepergiannya di st ui untk kembali ke kota tercintanya, jogjakarta. Sdkt pesan untk dia agar dia bersabar.
Jalan santai pagi ini serasa begitu nikmat. Ditemani udara pagi yg segar disertai hangatnya sinar mentari.
Perjalanan pun memasuki jalan antara fakultas sastra dan fisip ketika kami membahas tentang haji.
Setiap tahun negara tercinta ini mengirimkan ratusan ribu orang untk menunaikan ibadah haji. Tak tanggung, biaya haji yg skrng mencapai puluhan juta rupiah tersebut tdk membuat umat islam patah semangat. Bagi yg mampu dari sisi finansial mungkin bukan suatu mslh dg biaya sebesar itu,lantas,bagaimana dg orng yg tidak mampu? Sdkt demi sedikit mereka menyisihkan hartanya untk pergi haji. Dan ketika sdh terkumpul,mereka seperti daging yg dikerubuti srigala. Ironis,memang...mana kala hendak menunaikan ibadah,bukannya dipermudah,malah dipersulit.
Mahalnya transportasi dan akomodasi menjadi alasan utama. Benarkah? Mungkin ada benarnya karna tiket pesawat dan penginapan cukup mahal. Lantas,tdkkah bisa diturunkan harganya? Bukankah ada dana abadi umat yg mungkin bisa digunakan untk membangun penginapan di mekkah? Bukankah pada masa pendaftaran sd pemberangkatan,uang calon jama'ah haji berada pada rekening menteri? Tidakkah ada bagi hasil atas dana yg singgah sejenak di rekening tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan ini tentunya hanya akan dijawab oleh orang-orang yg kompeten berdasarkan peraturan yang berlaku. Dan tentunya, pemerintah juga telah berusaha meningkatkan pelayanan haji tentunya dengan harga yang terjangkau pula.

Senin, 24 Mei 2010

Berhayal (lagi)

Hari-hari pun terasa semakin lama
Semenjak hari itu...Semenjak bulan itu
Semenjak kata-kata itu
Semenjak pertemuan itu...

Memilikimu...menjadi impianku...
Hidupmu...Hidupku...
Hidup kita...
Bersama menjalin rumah tangga
Sakinah, Mawaddah, Wa rahmah
Dalam naungan rahmat Allah...

Bersama...kita menggapai impian
Bersama...kita membangun peradaban
Bersama...kita ciptakan harapan
Bersama...kita selamanya

Kamu...Cyberspiritku
Kamu...Akan kumiliki
Segera...Bersabarlah...
Semoga Allah mengizinkan....

Berhayal

Untukmu....Untukku....
Bersamamu, aku merasa damai
Bersamamu, aku bisa bangkit
Bersamamu, terbang melayang
Di atas awan, bersama butir-butir
air yang menetes ke bumi....

Cyberspiritku....
Rinduku padamu....
Sayangku padamu....
Senangku padamu....

Melintasi lautan lepas....
Bersamamu...
Lagi...
Cyberspiritku...

(ngaco ah)